Bighead

Bighead

Buat Pengguna Suzuki Thunder 125

| Jumat, 11 Maret 2011
Buat Pengguna Suzuki Thunder 125 hati-hati jika kalian suka buka-buka bagian blok silinder atau sekedar silinder kop saja. Pernahkah kalian merasa di bagian atas mesin terasa kasar sekali seperti ada sesuatu yang berbenturan, atau kendur? coba lihat kerenggangan klep, mungkin terlalu longgar. kalau sudah di setting dan bunyi itu masih ada, hati-hati, bisa jadi itu rumah dudukan noken as nya udah kemakan alias aus bro!
Sayang aku nggak sempet foto silinder headnya tempat noken as berdiam. hehe
Kenapa Bisa aus? Yang pertama, ini memang dari pihak suzuki yang sedikit aneh. Ternyata eh ternyata, noken as pada Thunder 125 tidak dilengkapi bearing seperti motor-motor lainnya. Entah kenapa. Padahal motor bebek Honda 800 yang jadul banget itu sudah menggunakan bearing pada noken asnya. Kenapa oh kenapa Thunder yang NB motor laki yang tenaganya jelas beda sama motor bebek itu malah hanya didudukkan pada Silinder head begitu saja??
Laluu, kenapa itu cepat aus atau termakan? ternyata masalahnya ada pada pompa oli. Pompa oli pada Thunder 125 menyalurkan oli dari bawah naik melalui tusuk sate, lalu mucul di silinder head tepat di bawah ujung noken as. jadi dia mensuplai oli ke bawah noken as, sehingga noken as yang langsung bersentuhan dengan silinder head tadi dibantali oleh oli, sehingga peristiwa termakannya daging silinder head tidak terjadi. jadi kesimpulannya, jika Thunder kalian TIba-tiba kasar gara-gara rumah noken asnya aus, bisa jadi karena pompa oli tidak bisa mengalirkan oli ke permukaan noken as. biasanya ini terjadi karena lauran oli tersumbat. mungkin karena kotoran di oli yang lama tak di ganti.
Cara mengatasinya ya hanya satu, membuka silinder head dan mengecek apakah pompa oli sudah bekerja dengan optimal atau belum.
Pertama, buka tutup silider Head dengan menggunakan kunci 10.
Setelah itu, buka baut pengunci yang di tusuk sate itu, menggunakan kunci 12. ada 4 buah. hati-hati, tiap baut ada ring tembaganya. jangan sampai masuk ke dalam mesin. bisa panjang urusannya bro. haha
Tapi jangan lupa melepas noken as dulu. caranya, buka tutup magneto untuk memutar magnet dan mengatur TMA pada bagian kiri mesin. buka baut 17 tempat mengintip garis top. putar megneto berlawanan jarum jam sambil mengintip di libang top. sampai muncul garis, posisikan di tengah agar piston berada pada TMA. kalau udah, buka penyetel kerenggangan rantai keteng di silinder blok bagian belakang. menggunakan kunci 10. buka ketiga bautnya. yang tengah dulu, baru kiri kanannya. nah, lepaskan rantai keteng dari gir noken as. hati-hati. jangan sampai dikendurkan rantai ketengnya karena bisa terlepas dari gir yang dibawah. panjang lagi urusannya bro.haha. caranya rante keteng di ikat aja yang kenceng di rangka motor biar nggak kendor. setelah itu, saatnya kita melepas noken as. Ambil noken as dari dudukannya. hati-hati lagi. di situ ada metal berbentik setengah lingkaran. untuk mengunci noken as agar tidak bergeser. Ambil itu dengan hati-hati. simpan di tempat sejuk dan jangan terkena matahari langsung. haha kayak obat aja. bercanda!
Nah..silahkan lihat. apakah rumah tempat noken as sudah termakan atau tidak. biasanya yang terkikis rumahnya, sampai kelihatan mengubang karena termakan ganasnya putaran noken as. Nah itu nanti dulu, kita cek saluran olinya. Caranya, kita stater pakai kick starter. Beberapa kali. Perhatikan baik-baik, ddi ujung rumah noken as sebelah kanan, ada lubang kecil. Perhatikaan di situ. Kalau ada oli yang keluar, berarti normal. memang sudah waktunya aus. Tapi kalau didak keluar oli, maka dipastikan saluran oli terganggu. Next, buka silinder kopnya. Nah, Sekarang kelihatan pistonnya. Ulangi lagi dengan menstarter dengan menggunakan kick starter. Beberapa kali. Kalau masih tidak ada oli yang keluar, berarti buka silinder blok. Tapi kalau ada, berarti saluran pada silinder head yang buntu. Nah setelah dibuka silinder bloknya,  Ulangi lagi, starter. kalau keluar, berarti saluran di bloknya yang terganggu. Nah, berhubung ini pengalaman pribadi saya, ternyata masalahnya waktu itu bukan di pompa olinya yang rusak, tetapi karena pemasaangan pak blok yang kelliru. Pada pak blok, lubang tempat oli keluar itu diberi celah, nah pak blok yang saya beli ternyata tertutup, sehingga menutup saluran oli. langkah yang dilakukan adalah mengganti pak yang benar dan memasangnya tanpa diberi lem! hati-hati bro. untuk pak blok jangan diberi lem karena itu potensial untuk menyumat. Ini gambar lubang oli di crankchase

Di situlah tempat oli dialirkan. Pak blok jangan sampai menutupi itu.
Setelah saya lihat-lihat, ternyata dampak yang ditimbulkan parah juga. Gara-gara oli tidak jalan ini, noken as bergeraknya jadi berat. akibatnya mesin jadi nggak lari. tapi tetap kupaksa. Akhirnya Boring lecet, piston baret, akhirnya aku harus keluar uang banyak untuk kolter.
Ok, kalau sudah, pasang pak bloknya, pasang blok, Untukk Silinder head yang kemakan tadi, bawa ke tukang bubut. Mereka lebih tau. pokoknya kita terima noken as udah singset lagi. kalau udah, tinggal pasang lagi. jangn lupa pak silinder head, nah kalau ini harus dikasih lem agar kompresi tidak bocor. setelah itu pasang silinder head. Pasang noken as. Caranya atur pada posisi piston TMA dengan memutar magnet. lalu letakkan noken as pada rumahnya dengan posisi top. (garis pada gir noken as sejajar dengan silinder head). Pasang dengan rante keteng. Kencangkan semua baut. Pasang adjuster tensionernya. Tutup silinder head juga dipasang. stel klep agar tidak terlalu renggang dan sebaliknya. Tutup magneto juga dipasang. Starter dengan starter kaki tapi jangan dinyalakan. ini untuk oli naik dulu ke noken as. setalah beberapa kali starter baru nyalakan kontak, Brummmm.....
Dengarkan suaranya. kalau oli berjalan dengan baik. maka bunyinya akan menjadi bersih, treble banget. cesssss....gitu.

Disarankan jangan telat ganti oli dan juga filter oli bro. kareng ini bisa berakibat fatal. Salam LC!

0 komentar:

Poskan Komentar

Bighead Coment

 

Copyright © 2010 I'm Bighead. What about you? Blogger Template by Dzignine